Hadis 5


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَجُلًا مِنْ الْأَنْصَارِ بَاتَ بِهِ ضَيْفٌ فَلَمْ يَكُنْ عِنْدَهُ إِلَّا قُوتُهُ وَقُوتُ صِبْيَانِهِ فَقَالَ لِامْرَأَتِهِ نَوِّمِي الصِّبْيَةَ وَأَطْفِئِي السِّرَاجَ وَقَرِّبِي لِلضَّيْفِ مَا عِنْدَكِ قَالَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ {وَيُؤْثِرُونَ عَلَى أَنْفُسِهِمْ وَلَوْ كَانَ بِهِمْ خَصَاصَةٌ} )رواه البخاري :173)

Artinya: Dari Abu Hurairah RA: Seorang laki-laki dari kaum Anshar kedatangan tamu, sedangkan dia hanya memiliki makanan cukup untuk anak-anaknya. Maka ia berkata kepada istrinya: “Tidurkan anak-anak, matikan lampu, dan hidangkan makanan yang ada untuk tamu.” Lalu sang istri melakukannya. Maka Allah menurunkan firman Nya: “Dan mereka mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka sangat membutuhkan.” ) HR al-Bukhari 173).

Hadis riwayat Abu Hurairah RA ini menjelaskan tentang betapa hebatnya orang Anshar dalam memuliakan tamunya , ia lebih mengutamakan tamunya dibandingkan dirinya ,dan keluarganya sedangkan mereka rela menahan lapar demi memberi makan tamunya. Bahkan allah swt menurutkan ayat khusus karena memuji cara mereka dalam memuliakan tamu, begitu juga seorang istri yang patuh terhadap suaminya dalam melakukan suatu kebaikan. Bahkan dalam kondisi sulitpun mereka masih bisa memuliakan tamunya.