Hadis 16


عَنْ أَبِي شُرَيْحٍ الْكَعْبِيِّ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ جَائِزَتُهُ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ الضِّيَافَةُ ثَلَاثَةُ أَيَّامٍ وَمَا بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ صَدَقَةٌ وَلَا يَحِلُّ لَهُ أَنْ يَثْوِيَ عِنْدَهُ حَتَّى يُحْرِجَهُ” (رواه أبو داود: 3748)

قَالَ أَبُو دَاوُدَ قُرِئَ عَلَى الْحَارِثِ بْنِ مِسْكِينٍ وَأَنَا شَاهِدٌ أَخْبَرَكُمْ أَشْهَبُ قَالَ وَسُئِلَ مَالِكٌ عَنْ قَوْلِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ “جَائِزَتُهُ يَوْمُهُ وَلَيْلَتُهُ” قَالَ يُكْرِمُهُ وَيُتْحِفُهُ وَيَحْفَظُهُ يَوْمًا وَلَيْلَةً وَثَلَاثَةُ أَيَّامٍ ضِيَافَةٌ

 

Artinya: Dari Abu Syuraih al-Ka‘bī :Bahwa Rasulullah SAW الله عليه وسلم bersabda: siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Hadiah kehormatannya adalah sehari semalam. Jamuan tamu itu tiga hari. Dan setelah itu, maka itu adalah sedekah. Tidak halal bagi tamu untuk tinggal (berlama-lama) hingga membuat tuan rumah merasa terbebani.”(Diriwayatkan oleh Abu Dawud, no. 3748).

Hadis riwayat Abu Syuraih al-Ka‘bī ini menjelaskan bahwa Rasulullah mengajarkan kepada kita bahwa apabila kita bertamu kerumah orang lain kita tidak boleh berlama – lama disana maksimalnya adalah 3 hari  , dan apabila kita berlama- lama disana tentu tuan rumah akan terasa terbebani. Adapun Abu Dawud berkata: Dibacakan (hadis ini) kepada al-Harits bin Miskin dan aku hadir pada saat itu. Telah mengabarkan kepada kalian Ashhab, ia berkata: Dan Imam Malik pernah ditanya tentang sabda Nabi SAW “Gā’izatuhu yaumun wa laylah” (hadiah kehormatannya sehari semalam), Maka ia menjawab: “Hendaknya tuan rumah memuliakannya, memberinya hadiah, dan menjaga kehormatannya selama sehari semalam. Dan tiga hari itu adalah masa menjamu tamu.”