عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ، وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ (رواه البخاري :5787)
Artinya: Dari Abu Hurairah, dari Nabi SAW, beliau bersabda: “Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia memuliakan tamunya. Siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi. Dan siapa saja yang beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.”( HR. al-Bukhari, 5787).
Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA ini menjelaskan tentang ciri- ciri orang yang beriman kepada Allah dan beriman kepada hari akhir ada 3. Yang pertama adalah perintah untuk Memuliakan Tamu, sedangkan yang kedua adalah perintah untuk selalu menyambung silaturrahmi antar sesamanya,, dan yang ketiga adalah perintah untuk memelihara lisan sehingga lisannya tidak mengucapkan ssesuatu yang kotor bahkan ia lebih memilih diam daripada mengatakan sesuatu yang yang tidak bermanfaat.