عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: {وَالْمُطَلَّقَاتُ يَتَرَبَّصْنَ بِأَنْفُسِهِنَّ ثَلَاثَةَ قُرُوءٍ، وَلَا يَحِلُّ لَهُنَّ أَنْ يَكْتُمْنَ مَا خَلَقَ اللَّهُ فِي أَرْحَامِهِنَّ} [البقرة: 228] الْآيَةَ، ” وَذَلِكَ أَنَّ الرَّجُلَ كَانَ إِذَا طَلَّقَ امْرَأَتَهُ، فَهُوَ أَحَقُّ بِرَجْعَتِهَا، وَإِنْ طَلَّقَهَا ثَلَاثًا، فَنُسِخَ ذَلِكَ، وَقَالَ: {الطَّلَاقُ مَرَّتَانِ}
Hadis dari Ibnu Abbas, ia berkata: Mengenai ayat: “Wanita-wanita yang ditalak hendaklah menahan diri (menunggu) tiga kali quru’. Tidak boleh bagi mereka menyembunyikan apa yang diciptakan Allah dalam rahim mereka…” (QS. Al-Baqarah: 228). Ibnu Abbas berkata: “Dahulu seorang lelaki jika menceraikan istrinya, maka ia lebih berhak untuk merujuknya meskipun telah menceraikannya tiga kali. Kemudian hal itu dihapus dan Allah berfirman: “Talak (yang dapat dirujuk) itu dua kali…”
(HR Abu Daud No 2195).