عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ، قَالَتْ: كُنْتُ عِنْدَ رَجُلٍ مِنْ بَنِي مَخْزُومٍ فَطَلَّقَنِي الْبَتَّةَ، ثُمَّ سَاقَ نَحْوَ حَدِيثِ مَالِكٍ، قَالَ فِيهِ: «وَلَا تُفَوِّتِينِي بِنَفْسِكِ»، قَالَ أَبُو دَاوُدَ: وَكَذَلِكَ رَوَاهُ الشَّعْبِيُّ، وَالْبَهِيُّ وَعَطَاءٌ، عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ عَاصِمٍ، وَأَبُو بَكْرِ بْنُ أَبِي الْجَهْمِ، كُلُّهُمْ، عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ أَنَّ زَوْجَهَا طَلَّقَهَا ثَلَاثًا
Hadis dari Fatimah binti Qais, ia berkata: “Dahulu aku adalah istri seorang lelaki dari Bani Makhzum, lalu ia menceraikanku dengan talak bain.” Kemudian ia melanjutkan seperti hadis Malik, di dalamnya disebutkan: “Dan janganlah engkau melewatkanku (untuk menikah lagi) karena dirimu sendiri.” Abu Daud berkata: Demikian pula diriwayatkan oleh Asy-Sya’bi, Al-Bahi, dan Atha’, dari Abdur-Rahman bin Ashim, dan Abu Bakar bin Abi Al-Jahm, semuanya dari Fatimah binti Qais bahwa suaminya menceraikannya dengan tiga talak.
(HR Abu Daud No 2287)