Hak Dan Kewajiban Dalam Perceraian: Talak Dan Nafkah Istri


عَنْ فَاطِمَةَ بِنْتِ قَيْسٍ، أَنَّهُ طَلَّقَهَا زَوْجُهَا فِي عَهْدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ أَنْفَقَ عَلَيْهَا نَفَقَةَ دُونٍ، فَلَمَّا رَأَتْ ذَلِكَ، قَالَتْ: وَاللهِ لَأُعْلِمَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَإِنْ كَانَ لِي نَفَقَةٌ أَخَذْتُ الَّذِي يُصْلِحُنِي، وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لِي نَفَقَةٌ لَمْ آخُذْ مِنْهُ شَيْئًا، قَالَتْ: فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «لَا نَفَقَةَ لَكِ، وَلَا سُكْنَى

Hadis dari Fatimah binti Qais: Bahwasanya suaminya menceraikannya pada masa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan suaminya hanya memberikan nafkah yang sedikit kepadanya. Ketika ia melihat hal itu, ia berkata: “Demi Allah, sungguh aku akan memberitahukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Jika aku berhak mendapatkan nafkah, aku akan mengambil apa yang mencukupiku, dan jika aku tidak berhak mendapatkan nafkah, aku tidak akan mengambil apa pun darinya.” Fatimah berkata: “Lalu aku menceritakan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Tidak ada nafkah dan tidak ada tempat tinggal bagimu.”

(HR Muslim No 37)