عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: جَاءَتْ امْرَأَةُ رِفاعَةَ القُرَظِيِّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَتْ:كُنْتُ عِنْدَ رِفَاعَةَ، فَطَلَّقَنِي، فَأَبَتَّ طَلاَقِي، فَتَزَوَّجْتُ عَبْدَ الرَّحْمَنِ بْنَ الزَّبِيرِ إِنَّمَا مَعَهُ مِثْلُ هُدْبَةِ الثَّوْبِ، فَقَالَ: «أَتُرِيدِينَ أَنْ تَرْجِعِي إِلَى رِفَاعَةَ؟ لاَ، حَتَّى تَذُوقِي عُسَيْلَتَهُ وَيَذُوقَ عُسَيْلَتَكِ»، وَأَبُو بَكْرٍ جَالِسٌ عِنْدَهُ، وَخَالِدُ بْنُ سَعِيدِ بْنِ العَاصِ بِالْبَابِ يَنْتَظِرُ أَنْ يُؤْذَنَ لَهُ، فَقَالَ: يَا أَبَا بَكْرٍ أَلاَ تَسْمَعُ إِلَى هَذِهِ مَا تَجْهَرُ بِهِ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ( رواه البخاري ٢٦٣٩)
Hadis dari Aisyah radhiyallahu ‘anha: Seorang wanita dari Rifa’ah Al-Qurazhi datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata: “Dahulu aku adalah istri Rifa’ah, lalu ia menceraikanku dengan talak bain (talak yang tidak bisa dirujuk). Kemudian aku menikah dengan Abdur-Rahman bin Az-Zubair, dan sesungguhnya ia hanya memiliki seperti ujung kain (yakni lemah syahwat).” Maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Apakah engkau ingin kembali kepada Rifa’ah? Tidak, sampai engkau merasakan madunya (jima’) dan ia merasakan madumu (jima’).” Abu Bakar sedang duduk di dekat beliau, dan Khalid bin Sa’id bin Al-‘Aas berada di pintu menunggu izin untuk masuk. Khalid berkata: “Wahai Abu Bakar, tidakkah engkau mendengar wanita ini berbicara terang-terangan di hadapan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam?”
(HR Bukhori No 2639)