Prosedur Talak Yang Sah: Talak Pada Masa Iddah Yang Benar


عَنِ ابْنِ عُمَرَ، قَالَ: طَلَّقْتُ امْرَأَتِي وَهِيَ حَائِضٌ، فَذَكَرَ ذَلِكَ عُمَرُ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: «مُرْهُ فَلْيُرَاجِعْهَا حَتَّى تَطْهُرَ، ثُمَّ تَحِيضَ، ثُمَّ تَطْهُرَ، ثُمَّ إِنْ شَاءَ طَلَّقَهَا قَبْلَ أَنْ يُجَامِعَهَا، وَإِنْ شَاءَ أَمْسَكَهَا، فَإِنَّهَا الْعِدَّةُ الَّتِي أَمَرَ اللَّهُ»

Hadis dari Ibnu Umar, ia berkata: “Aku menceraikan istriku dalam keadaan haid.” Lalu Umar menyebutkan hal itu kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, maka beliau bersabda: “Perintahkan dia untuk merujuknya kembali sampai ia suci, kemudian haid, kemudian suci lagi. Kemudian jika ia ingin menceraikannya, maka ceraikanlah ia sebelum menggaulinya, dan jika ia ingin mempertahankannya, maka pertahankanlah. Itulah masa iddah yang diperintahkan Allah.”

(HR Ibn Majah No 2021)