عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلاَثٍ: صِيَامِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى، وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ». (رواه البخاري: ١٨٨٠)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Kekasihku SAW mewasiatkan kepadaku tiga hal: berpuasa tiga hari setiap bulan, dua rakaat shalat Dhuha, dan agar aku melakukan witir sebelum aku tidur. (HR. al-Bukhari: 1880)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha termasuk salah satu wasiat Nabi Muhammad SAW kepada sahabat-sahabatnya, seperti yang diriwayatkan dalam wasiat beliau kepada Abu Hurairah RA, agar senantiasa menjaga tiga amalan, salah satunya adalah shalat Dhuha. Wasiat ini menunjukkan bahwa ibadah ini memiliki nilai penting dan keutamaan besar dalam kehidupan seorang Muslim, hingga Nabi SAW merasa perlu mewasiatkannya secara khusus