عَنْ أَبِى الدَّرْدَاءِ وَأَبِى ذَرٍّ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « عَنِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ أَنَّهُ قَالَ ابْنَ آدَمَ ارْكَعْ لِى مِنْ أَوَّلِ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ آخِرَهُ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ. (رواه الترمذى: ٤٧٧)
Dari Abu Darda’ dan Abu Dzar, dari Rasulullah SAW, dari Allah ‘Azza wa Jalla, bahwasanya Dia berfirman: Wahai anak Adam, rukuklah (shalatlah) untuk-Ku empat rakaat di awal siang, maka Aku akan mencukupimu di akhirnya. Abu Isa (At-Tirmidzi) berkata: Hadis ini hasan gharib. (HR. al-Tirmidzi: 477)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha dapat menjadi wasilah atau perantara untuk memperoleh syafaat dan rahmat Allah SWT di akhirat kelak. Dengan menjaga amalan sunnah ini secara konsisten, seorang hamba menunjukkan kecintaannya kepada ibadah dan kesungguhannya dalam mendekatkan diri kepada Allah, sehingga ia layak mendapatkan perhatian khusus dari-Nya di hari pembalasan.