عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «أَوْصَانِي خَلِيلِي بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ: صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، وَصَلاَةُ الضُّحَى، وَنَوْمٌ عَلَى وِتْرٍ»( روه البخاري: ٤ ٢ ١ ١)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan witir (HR. al-Bukhari: 1124)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha adalah amalan yang dilakukan oleh Abu Hurairah dan para sahabat utama Nabi SAW, yang menunjukkan betapa pentingnya ibadah ini dalam kehidupan mereka. Abu Hurairah, yang dikenal sebagai salah satu sahabat yang sangat perhatian terhadap sunnah-sunnah Nabi, senantiasa menjaga shalat Dhuha dan menganjurkannya kepada umat Islam.