Dhuha dapat Menggantikan Semua Bentuk Sedekah


عَنْ أَبِي ذَرٍّ  : عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى ( الْمُرَادُ بِهِ كُلُّ عَظْمٍ وَمَفْصِلٍ يُعْتَمَدُ فِي الْحَرَكَةِ وَيَقَعُ بِهِ الْقَبْضُ وَالْبَسْطُ ) مِنْ ابْنِ آدَمَ صَدَقَةٌ تَسْلِيمُهُ عَلَى مَنْ لَقِيَ صَدَقَةٌ وَأَمْرُهُ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْيُهُ عَنْ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَإِمَاطَتُهُ الْأَذَى عَنْ الطَّرِيقِ صَدَقَةٌ وَبُضْعَتُهُ أَهْلَهُ صَدَقَةٌ  قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِي شَهْوَتَهُ وَتَكُونُ لَهُ صَدَقَةٌ ؟ قَالَ  أَرَأَيْتَ لَوْ وَضَعَهَا فِي غَيْرِ حَقِّهَا أَكَانَ يَأْثَمُ ؟  قَالَ  وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ كُلِّهِ رَكْعَتَانِ مِنْ الضُّحَى  قَالَ أَبُو دَاوُدَ لَمْ يَذْكُرْ حَمَّادٌ الْأَمْرَ وَالنَّهْيَ (رواه ابي داود: ٥٢٤٣)

Dari Abu Dzar: Dari Nabi SAW, beliau bersabda: Setiap 1  persendian (yang dimaksud dengannya adalah setiap tulang dan persendian yang menjadi tumpuan dalam bergerak dan terjadi padanya menggenggam dan membentang) pada diri anak Adam adalah sedekah. Salamnya kepada orang yang ia temui adalah sedekah, amar ma’rufnya (menyuruh kepada kebaikan) adalah sedekah, nahi munkarnya (mencegah dari kemungkaran) adalah sedekah, menyingkirkan gangguan dari jalan adalah sedekah, dan hubungan intimnya dengan istrinya adalah sedekah. Mereka bertanya, Wahai Rasulullah, apakah seseorang mendatangi syahwatnya dan itu menjadi sedekah baginya? Beliau bersabda, Bagaimana pendapatmu jika ia meletakkannya bukan pada tempatnya, bukankah ia berdosa? Beliau bersabda, Dan mencukupi dari semua itu dua rakaat shalat Dhuha.   Berkata Abu Dawud: Hammad tidak menyebutkan amar ma’ruf dan nahi munkar. (HR. Abu Daud: 5243)

Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha dapat menggantikan semua bentuk sedekah yang diwajibkan atas setiap persendian tubuh manusia. Rasulullah SAW menjelaskan bahwa setiap pagi, setiap bagian tubuh kita membutuhkan sedekah, dan sedekah ini dapat diwujudkan melalui berbagai amal kebaikan seperti tasbih, tahmid, tahlil, dan takbir. Namun, semua itu dapat digantikan dengan dua rakaat shalat Dhuha yang dikerjakan dengan niat yang ikhlas. Ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha bukan hanya sekadar ibadah sunnah, tetapi juga memiliki kedudukan yang sangat mulia dalam menggantikan sedekah fisik yang seringkali dianggap berat, sekaligus menjadi jalan untuk mendapatkan pahala yang besar dari Allah SWT.