Boleh Dikerjakan Banyak Rakaat


حَدَّثَتْنِي مُعَاذَةُ أَنَّهَا سَأَلَتْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: «كَمْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي صَلاَةَ الضُّحَى؟» قَالَتْ: «أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ وَيَزِيدُ مَا شَاءَ». ( رواه مسلم: ٧١٩)

Mu’adzah menceritakan kepadaku bahwa ia bertanya kepada Aisyah RA, telah menceritakan kepadaku Mu’adzah bahwa ia bertanya kepada Aisyah RA: Berapa rakaat Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha? Aisyah menjawab, Empat rakaat, dan beliau menambah sesuai yang beliau kehendaki. (HR. Muslim: 719)

Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha boleh dikerjakan dengan jumlah rakaat yang banyak sesuai kemampuan dan kelapangan waktu seseorang, tanpa batasan tertentu. Rasulullah SAW sendiri dalam beberapa riwayat pernah mengerjakan shalat Dhuha dengan berbagai jumlah rakaat, mulai dari dua hingga delapan rakaat, bahkan ada riwayat yang menyebutkan lebih dari itu