عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ قُلْتُ لِعَائِشَةَ أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُصَلِّي الضُّحَى قَالَتْ لَا إِلَّا أَنْ يَجِيءَ مِنْ مَغِيبِهِ . (رواه مسلم: ١١٧٣)
Dari Abdullah bin Syaqiq ia berkata: Aku bertanya kepada ‘Aisyah Apakah Nabi SAW pernah shalat dhuha? Dia menjawab: Tidak, kecuali jika beliau pulang dari bepergian. (HR. Muslim: 1173)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha merupakan bentuk rasa syukur Rasulullah SAW atas keselamatan perjalanan dan nikmat kehidupan yang diberikan oleh Allah SWT. Meskipun beliau adalah seorang yang terjaga dari dosa, Rasulullah SAW tetap menjaga shalat Dhuha sebagai bentuk syukur dan penghambaan kepada Allah atas segala nikmat, termasuk keselamatan dalam perjalanan dan kehidupan sehari-hari. Dengan shalat ini, beliau menunjukkan bahwa syukur tidak hanya diwujudkan melalui ucapan, tetapi juga melalui amalan yang mendekatkan diri kepada Allah.