Amalan Orang-Orang yang Bertaubat


و حَدَّثَنَا زُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ وَابْنُ نُمَيْرٍ قَالَا حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ ( وَهُوَ ابْنُ عُلَيَّةَ ) عَنْ أَيُّوبَ عَنْ الْقَاسِمِ الشَّيْبَانِيِّ أَنَّ زَيْدَ بْنَ أَرْقَمَ رَأَى قَوْمًا يُصَلُّونَ مِنْ الضُّحَى فَقَالَ : أَمَا لَقَدْ عَلِمُوا أَنَّ الصَّلَاةَ  فِي غَيْرِ هَذِهِ السَّاعَةِ أَفْضَلُ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ صَلَاةُ الْأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ. (رواه مسلم: ١٤٣)

Dan telah menceritakan kepada kami Zuhair bin Harb dan Ibn Numair, keduanya berkata, telah menceritakan kepada kami Isma’il (dan ia adalah Ibn ‘Ulayyah), dari Ayyub, dari Al-Qasim Asy-Syaibani, bahwasanya Zaid bin Arqam melihat suatu kaum melaksanakan shalat Dhuha, maka ia berkata: Sungguh mereka telah mengetahui bahwa shalat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: ‘Shalatnya orang-orang yang kembali (kepada Allah dengan taat) adalah ketika anak-anak unta merasakan panasnya tanah. (HR. Muslim: 143)

Hadis ini menjelaskan bahwa amalan shalat Dhuha memiliki keutamaan yang besar bagi orang-orang yang bertaubat. Rasulullah SAW mengajarkan bahwa shalat Dhuha merupakan salah satu bentuk ibadah yang dapat membantu membersihkan dosa-dosa dan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah bagi mereka yang telah berbuat kesalahan. Shalat ini menjadi salah satu cara bagi orang yang bertaubat untuk menunjukkan penyesalan dan kesungguhan dalam memperbaiki diri, serta sebagai wujud rasa syukur atas ampunan yang diberikan oleh Allah. Dengan melaksanakan shalat Dhuha, orang yang bertaubat dapat memperoleh pahala yang besar, sekaligus menutupi kekurangan amal mereka, dan mendapat perlindungan dari dosa-dosa yang telah lalu.