حَدَّثَنَا خَلَّادُ بْنُ يَحْيَى، قَالَ: حَدَّثَنَا مِسْعَرٌ، قَالَ: حَدَّثَنَا مُحَارِبُ بْنُ دِثَارٍ، عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ، قَالَ: أَتَيْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَهُوَ فِي المَسْجِدِ، قَالَ مِسْعَرٌ: أُرَاهُ قَالَ ضُحًى، فَقَالَ: «صَلِّ رَكْعَتَيْنِ» وَكَانَ لِي عَلَيْهِ دَيْنٌ، فَقَضَانِي وَزَادَنِي. (رواه البخاري :٤٣٢)
Dari Jabir bin Abdillah ia berkata: Aku mendatangi Nabi SAW ketika beliau berada di masjid. Mus’ar berkata: Aku kira beliau berkata saat waktu Dhuha. Maka Nabi bersabda: Shalatlah dua rakaat. Dan aku memiliki utang yang harus beliau bayar, lalu beliau membayarkannya dan menambahkannya (melebihi yang semestinya). (HR. al-Bukhari: 432)
Hadis ini menjelaskan bahwa salat Dhuha adalah salah satu ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW dan disarankan secara langsung olehnya kepada umatnya. Rasulullah SAW tidak hanya mengerjakan salat Dhuha secara rutin, tetapi juga menganjurkan para sahabat untuk melaksanakannya sebagai amalan yang memiliki banyak keutamaan. Dengan melaksanakan salat Dhuha, seorang Muslim dapat memperoleh berbagai pahala, termasuk mendapatkan keberkahan dalam kehidupan, menghapus dosa-dosa, dan mempererat hubungan dengan Allah. Anjuran Rasulullah SAW ini menunjukkan betapa pentingnya salat Dhuha dalam kehidupan sehari-hari sebagai ibadah yang mudah dilakukan namun sangat besar manfaatnya, baik di dunia maupun di akhirat.