Keutamaan Keluar Rumah Untuk Shalat Dhuha


عَنْ أَبِي أُمَامَةَ : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ  مَنْ خَرَجَ مِنْ بَيْتِهِ مُتَطَهِّرًا إِلَى صَلَاةٍ مَكْتُوبَةٍ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْحَاجِّ الْمُحْرِمِ وَمَنْ خَرَجَ إِلَى تَسْبِيحِ  الضُّحَى لَا يَنْصِبُهُ إِلَّا إِيَّاهُ فَأَجْرُهُ كَأَجْرِ الْمُعْتَمِرِ   وَصَلَاةٌ عَلَى إِثْرِ صَلَاةٍ لَا لَغْوَ بَيْنَهُمَا كِتَابٌ فِي عِلِّيِّينَ (رواه ابي داود: ٥٥٨)

Dari Abu Umamah: Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda: Barang siapa keluar dari rumahnya dalam keadaan bersuci menuju shalat wajib, maka pahalanya seperti pahala haji yang berihram. Dan barang siapa keluar untuk bertasbih (melaksanakan shalat) Dhuha, dan tidak ada yang membuatnya bersusah payah kecuali hanya itu, maka pahalanya seperti pahala orang yang berumrah. Dan shalat setelah shalat, tidak ada perbuatan sia-sia di antara keduanya, tercatat di ‘Illiyyin (tempat tertinggi). (HR. Abu Daud: 558)

Hadis ini menjelaskan bahwa keluar rumah untuk melaksanakan shalat Dhuha merupakan amalan yang sangat bernilai di sisi Allah SWT. Rasulullah SAW menyebutkan bahwa setiap langkah yang diambil oleh seorang Muslim untuk pergi ke tempat salat Dhuha akan mendapatkan pahala yang besar, sebagai bentuk usaha dalam mencari keridhaan Allah. Keutamaan ini menunjukkan bahwa shalat Dhuha bukan hanya terkait dengan niat dan ibadah itu sendiri, tetapi juga dengan usaha untuk melaksanakannya, termasuk langkah-langkah fisik yang dilakukan menuju tempat ibadah. Dengan demikian, keluar rumah untuk shalat Dhuha menjadi sarana untuk mendapatkan pahala yang berlipat ganda, serta mendekatkan diri kepada Allah dengan penuh kesungguhan dan ibadah.