Hadis 4


عَنْ أَبِي الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيِّ قَالَ: بَيْنَمَا نَحْنُ عِنْدَ أَبِي ذَرٍّ قَالَ: يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلَامَى مِنْ أَحَدِكُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ صَدَقَةٌ، فَلَهُ بِكُلِّ صَلَاةٍ صَدَقَةٌ، وَصِيَامٍ صَدَقَةٌ، وَحَجٍّ صَدَقَةٌ، وَتَسْبِيحٍ صَدَقَةٌ، وَتَكْبِيرٍ صَدَقَةٌ، وَتَحْمِيدٍ صَدَقَةٌ. فَعَدَّ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنْ هَذِهِ الْأَعْمَالِ الصَّالِحَةِ، ثُمَّ قَالَ: «يُجْزِئُ أَحَدَكُمْ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَا الضُّحَى. (رواه أبي داود: ١٢٨٦)

Dari Abu Aswad ad-Du’ali ia berkata: Ketika kami sedang bersama Abu Dzar, ia berkata: Setiap pagi, pada setiap sendi salah seorang dari kalian wajib dikeluarkan sedekah. Maka, setiap shalat adalah sedekah, puasa adalah sedekah, haji adalah sedekah, tasbih (mengucapkan Subhanallah) adalah sedekah, takbir (mengucapkan Allahu Akbar) adalah sedekah, dan tahmid (mengucapkan Alhamdulillah) adalah sedekah. Rasulullah SAW kemudian menyebutkan amal-amal shalih tersebut dan bersabda: Semua itu sudah cukup terpenuhi dengan melaksanakan dua rakaat shalat Dhuha. (HR. Abu Daud: 1286)

 

Keempat hadis diatas memiliki persamaan sanad dan matan tetapi yang membedakan keempat hadis tersebut adalah perawinya. Meskipun perawinya berbeda, tetapi hadis diatas sama-sama menjelaskan tentang sedekah atas persendian tubuh. Keempat hadis diatas menjelaskan bahwa tubuh manusia memiliki ratusan persendian, dan setiap sendi itu memerlukan sedekah sebagai bentuk syukur kepada Allah SWT. Disebutkan dalam hadis bahwa tasbih (سُبْحَانَ الله), tahmid (الْحَمْدُ لله), tahlil (لَا إِلَهَ إِلَّا الله), takbir (الله أَكْبَر), amar ma’ruf (mengajak kepada kebaikan), dan nahi munkar (mencegah kemungkaran) semuanya dihitung sebagai sedekah.