Diampuni Dosa-Dosanya Meskipun Sebanyak Buih Di Lautan


عن أَبِي هُرَيْرَةَ قالَ: قالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  مَن حَافَظَ عَلَى شَفْعَةِ الضُّحَى، غُفِرَتْ لَهُ ذُنُوبُهُ، وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ البَحْرِ. (رواه ابن ماجه: ١٣٨٢)

dari Abu Hurairah, ia berkata: Rasulullah bersabda: Barang siapa yang menjaga (menunaikan) shalat Dhuha dua rakaat (syaf‘ah al-ḍuḥā), maka akan diampuni dosa-dosanya, meskipun dosa itu sebanyak buih di lautan. (HR. Ibn Majah: 1382)

Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha memiliki keutamaan luar biasa dalam menghapus dosa-dosa seorang hamba, bahkan jika dosa-dosa tersebut sebanyak buih di lautan. Ini menggambarkan betapa luasnya rahmat dan ampunan Allah SWT bagi siapa pun yang dengan ikhlas melaksanakan ibadah ini. Shalat Dhuha menjadi wasilah penting bagi pembersihan diri dari kesalahan-kesalahan yang disengaja maupun tidak, serta merupakan bentuk pengabdian yang dapat mendatangkan pengampunan besar dari Allah. Keutamaan ini seharusnya mendorong setiap Muslim untuk tidak meremehkan amalan sunnah ini, karena di dalamnya tersimpan harapan besar akan penghapusan dosa dan kebersihan hati.