Menghapuskan Dosa Perbuatan-Perbuatan yang Buruk


عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ أَنَّ رَجُلًا أَصَابَ مِنْ امْرَأَةٍ قُبْلَةً فَأَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْبَرَهُ فَأَنْزَلَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ { أَقِمْ الصَّلَاةَ طَرَفَيْ النَّهَارِ وَزُلَفًا مِنْ اللَّيْلِ إِنَّ الْحَسَنَاتِ يُذْهِبْنَ السَّيِّئَاتِ} فَقَالَ الرَّجُلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَلِي هَذَا قَالَ لِجَمِيعِ أُمَّتِي كُلِّهِمْ . (رواه البخاري: ٤٩٥)

Dari Ibn Mas’ud, bahwa Ada seorang laki-laki mencium seorang wanita, lalu ia mendatangi Nabi SAW dan mengabarkan kepada beliau. Maka Allah azza wa jalla menurunkan ayat: {Dan dirikanlah shalat pada kedua tepi siang (pagi dan petang) dan pada bahagian permulaan dari pada malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan-perbuatan yang buruk}. (QS. Huud: 114) Laki-laki itu lalu bertanya: Wahai Rasulullah, apakah ini khusus buatku? beliau menjawab: Untuk semua umatku. (HR. al-Bukhari: 495)

Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha memiliki keutamaan dalam menghapus dosa-dosa akibat perbuatan buruk yang dilakukan oleh seseorang. Dengan melaksanakan shalat ini secara ikhlas dan rutin, seorang hamba memperoleh pengampunan dari Allah SWT atas kesalahan-kesalahan kecil yang mungkin dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ibadah ini menjadi sarana pembersihan jiwa dan penyucian hati, sebagaimana air menghapus kotoran dari tubuh.