عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رضى الله عنه قَالَ أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ . 9رواه البخار: ١١٧٨)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Kekasihku (Nabi Muhammad SAW) mewasiatkan kepadaku tiga hal yang tidak akan aku tinggalkan hingga aku mati: berpuasa tiga hari setiap bulan, shalat Dhuha, dan tidur dalam keadaan witir. (HR. al-Bukhari: 1178)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha membantu menjaga lisan dan hati seseorang dari keburukan, karena ibadah ini menanamkan ketenangan jiwa dan memperkuat kesadaran spiritual sejak awal hari. Dengan meluangkan waktu untuk berdiri di hadapan Allah SWT, seorang hamba akan lebih terjaga dalam perkataan dan perbuatannya sepanjang hari. Shalat ini juga menjadi bentuk pengingat diri agar senantiasa berada dalam keadaan suci lahir dan batin, menjauhkan diri dari ucapan yang sia-sia maupun niat buruk.