عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ شَقِيقٍ قَالَ سَأَلْتُ عَائِشَةَ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُصَلِّى الضُّحَى فَقَالَتْ لاَ إِلاَّ أَنْ يَجِىءَ مِنْ مَغِيبِهِ. قُلْتُ هَلْ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقْرِنُ بَيْنَ السُّورَتَيْنِ قَالَتْ مِنَ الْمُفَصَّلِ. ( رواه أبى داود: ١٢٩٤ )
Dari Abdullah bin Shaqiq, ia berkata: Aku bertanya kepada Aisyah, Apakah Rasulullah SAW melaksanakan shalat Dhuha? Ia menjawab, Tidak, kecuali ketika beliau datang dari bepergian. Aku bertanya, Apakah Rasulullah SAW menggabungkan antara dua surat (dalam satu rakaat)? Ia menjawab, Dari surat-surat Al-Mufassal. (HR. Abu Daud: 1294)
Hadis ini menjelaskan bahwa shalat Dhuha tetap dilakukan oleh Rasulullah SAW meskipun dalam keadaan bepergian, yang menunjukkan betapa penting dan utamanya ibadah ini. Dalam kondisi safar, di mana banyak keringanan diberikan dalam ibadah, Nabi SAW tetap menjaga pelaksanaan shalat Dhuha, menandakan bahwa ia bukan sekadar ibadah tambahan, tetapi amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dijaga dalam segala keadaan