عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ شَرِبَ الْخَمْرَ فِي الدُّنْيَا ثُمَّ لَمْ يَتُبْ مِنْهَا حُرِمَهَا فِي الْآخِرَةِ (رواه البخاري: ٥١٤٧)
Artinya: Hadis dari Abdullah bin Umar RA, bahwa Rasulullah SAW bersabda: siapa meminum khamar di dunia kemudian tidak bertaubat, maka tetap haram di akhirat. (HR al-Bukhari: 5147)
Hadis ini mengandung peringatan keras tentang dosa meminum khamar (minuman keras) dan pentingnya taubat. Hadis ini menggarisbawahi pentingnya taubat. Jika seseorang pernah meminum khamar, pintu taubat senantiasa terbuka lebar selama nyawa masih dikandung badan, hadis ini berfungsi sebagai motivasi kuat bagi umat Muslim untuk menjauhi khamar dan segala bentuk minuman memabukkan. Bahaya khamar tidak hanya dirasakan di dunia, tetapi juga memiliki konsekuensi serius di akhirat.