عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الدَّيْلَمِيِّ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْنَا رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْتَ مَنْ نَحْنُ وَمِنْ أَيْنَ نَحْنُ فَإِلَى مَنْ نَحْنُ قَالَ إِلَى اللَّهِ وَإِلَى رَسُولِهِ فَقُلْنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّ لَنَا أَعْنَابًا مَا نَصْنَعُ بِهَا قَالَ زَبِّبُوهَا قُلْنَا مَا نَصْنَعُ بِالزَّبِيبِ قَالَ انْبِذُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ وَاشْرَبُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ عَلَى عَشَائِكُمْ وَاشْرَبُوهُ عَلَى غَدَائِكُمْ وَانْبِذُوهُ فِي الشِّنَانِ وَلَا تَنْبِذُوهُ فِي الْقُلَلِ فَإِنَّهُ إِذَا تَأَخَّرَ عَنْ عَصْرِهِ صَارَ خَلًّا (سنن أبي داود ٣٢٢٣)
Artinya: Dari Abdullah bin Ad-dailimi dari ayahnya ia berkata: Kami dating kepada Rasulullah SAW dan bertanya, wahai Rasulullah, kami telah mengetahui siapa kami dan darimana kami berasal, lalu kepada siapa kami akan kembali? Beliau menjawab, kepada allah dan rasulnya. Kami bertanya lagi, wahai Rasulullah, sesungguhnya kami memiliki beberapa anggur, apa yang boleh kami lakukan terhadapnya? Beliau menjawab, jadikan anggur tersebut sebagai kismis. Kami bertanya lagi apa yang boleh kami lakukan terhadap kismis itu? Beliau menjawab, buatlah perasan diwaktu pagi dan minum diwaktu sore, lalu buatlah perasan diwaktu sore dan minum diwaktu pagi. Buatlah perasan dalam geriba basah dan jangan kalian buat didalam gentong besar, sebab jika kalian terlambat memerasnya ia akan menjadi cuka.
Hadis ini menjelaskan kebolehan memeras anggur yang sudah dikeringkan untuk disajikan sebagai minuman, namun tidak dibolehkan untuk terlalu lama dalam proses pemeramannya, rasulullah menjelaskan waktu pemeramannya hanya boleh dari pagi ke sre dan sore ke malam, hal ini karena jika terlalu lama dalam peramannya air dari perasan tersebut dapat berubah menjadi cuka, dan tidak meninggalkan kemungkinan cuka tersebut dapat mengandung alkohol, dan itu haram untk dikonsumsi karna sudah termasuk kedalam khamar.