حَدَّثَنِى جَابِرُ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ الأَنْصَارِىُّ – رضى الله عنهما – أَنَّ أَبَاهُ اسْتُشْهِدَ يَوْمَ أُحُدٍ ، وَتَرَكَ سِتَّ بَنَاتٍ ، وَتَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا ، فَلَمَّا حَضَرَ جِدَادُ النَّخْلِ أَتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْتَ أَنَّ وَالِدِى اسْتُشْهِدَ يَوْمَ أُحُدٍ وَتَرَكَ عَلَيْهِ دَيْنًا كَثِيرًا ، وَإِنِّى أُحِبُّ أَنْ يَرَاكَ الْغُرَمَاءُ قَالَ « اذْهَبْ فَبَيْدِرْ كُلَّ تَمْرٍ عَلَى نَاحِيَتِهِ » . فَفَعَلْتُ ثُمَّ دَعَوْتُهُ ، فَلَمَّا نَظَرُوا إِلَيْهِ أُغْرُوا بِى تِلْكَ السَّاعَةَ ، فَلَمَّا رَأَى مَا يَصْنَعُونَ أَطَافَ حَوْلَ أَعْظَمِهَا بَيْدَرًا ثَلاَثَ مَرَّاتٍ ثُمَّ جَلَسَ عَلَيْهِ ثُمَّ قَالَ « ادْعُ أَصْحَابَكَ » . فَمَا زَالَ يَكِيلُ لَهُمْ حَتَّى أَدَّى اللَّهُ أَمَانَةَ وَالِدِى ، وَأَنَا وَاللَّهِ رَاضٍ أَنْ يُؤَدِّىَ اللَّهُ أَمَانَةَ وَالِدِى وَلاَ أَرْجِعَ إِلَى أَخَوَاتِى بِتَمْرَةٍ ، فَسَلِمَ وَاللَّهِ الْبَيَادِرُ كُلُّهَا حَتَّى أَنِّى أَنْظُرُ إِلَى الْبَيْدَرِ الَّذِى عَلَيْهِ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – كَأَنَّهُ لَمْ يَنْقُصْ تَمْرَةً وَاحِدَةً (رواه البخارى 2629 )
Artinya: Hadis dari Jabir bin Abdullah Al-Anshari radhiyallahu ‘anhuma menceritakan kepadaku bahwa ayahnya gugur sebagai syahid pada perang Uhud dan meninggalkan enam orang putri serta utang. Ketika tiba masa panen kurma, aku mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, Wahai Rasulullah, engkau telah mengetahui bahwa ayahku gugur sebagai syahid pada perang Uhud dan meninggalkan banyak utang. Aku ingin agar para pemberi utang melihatmu. Beliau bersabda, “Pergilah dan pisahkan setiap jenis kurma di tempatnya masing-masing.” Aku pun melakukannya, kemudian aku memanggil Nabi. Ketika mereka (para pemberi utang) melihat Nabi, mereka semakin mendesakku saat itu. Ketika Nabi melihat apa yang mereka lakukan, Nabi mengelilingi tumpukan kurma yang paling besar sebanyak tiga kali, kemudian beliau duduk di atasnya dan bersabda, Panggilkan para pemilik utangmu. Nabi terus menakar untuk mereka hingga Allah melunasi utang ayahku. Demi Allah, aku rela agar Allah melunasi utang ayahku meskipun aku tidak kembali kepada saudara-saudara perempuanku dengan sebutir kurma pun. Maka demi Allah, semua tumpukan kurma selamat (tidak berkurang), bahkan aku melihat tumpukan kurma yang di atasnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam duduk seolah-olah tidak berkurang satu kurma pun.(HR. Al-Bukhari, no : 2627)