Hadis 27


عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ بِالْحَدِيثِ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِىَ أَمَانَةٌ ».

Artinya:  Hadis dari Abdullah bin Amr radhiyallahu ‘anhuma, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Empat perkara, barang siapa yang keempat-empatnya ada pada dirinya, maka dia adalah seorang munafik sejati. Barang siapa yang memiliki salah satu dari empat perkara tersebut, maka ia memiliki satu ciri kemunafikan hingga ia meninggalkannya: (1) Jika berbicara, ia berdusta. (2) Jika berjanji, ia mengingkari. (3) Jika membuat perjanjian, ia berkhianat. (4) Jika berselisih, ia melampaui batas (curang).” kalian ( HR. Sunan Abi Daud no. 4870)

Hadis yang mulia ini adalah sebuah cermin bagi setiap Muslim untuk melihat lebih dalam ke dalam dirinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memberikan rambu-rambu penting mengenai perilaku yang dapat mengindikasikan adanya noda kemunafikan dalam hati seseorang. Beliau tidak hanya menyebutkan ciri-ciri munafik secara keseluruhan, tetapi juga menekankan bahwa bahkan satu saja dari sifat-sifat ini yang melekat, merupakan pertanda adanya bibit kemunafikan yang harus segera dihilangkan.