عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا سَعِيدٍ الْخُدْرِىَّ يَقُولُ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الأَمَانَةِ عِنْدَ اللَّهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الرَّجُلَ يُفْضِى إِلَى امْرَأَتِهِ وَتُفْضِى إِلَيْهِ ثُمَّ يَنْشُرُ سِرَّهَا ». وَقَالَ ابْنُ نُمَيْرٍ « إِنَّ أَعْظَمَ ».
Artinya: Hadis dari Abdurrahman bin Sa’d, ia berkata: Aku mendengar Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya di antara amanah yang paling besar di sisi Allah pada hari kiamat adalah seorang suami yang bergaul intim dengan istrinya, dan seorang istri yang bergaul intim dengan suaminya, kemudian salah satunya menyebarkan rahasia pasangannya.” Tentu, mari kita analisis hadis ini sekali lagi dengan gaya yang sama: ) HR. sohih Muslim, no : 3616)
Hadis yang mulia ini memberikan penekanan yang sangat kuat terhadap pentingnya menjaga rahasia dan kehormatan dalam hubungan suami istri. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan bahwa amanah yang terkait dengan keintiman dan percakapan pribadi antara suami dan istri adalah termasuk amanah yang paling besar di sisi Allah pada hari kiamat. Kehidupan pernikahan adalah ruang privat yang penuh dengan kehangatan, kasih sayang, dan berbagi suka duka. Dalam keintiman tersebut, terjalin komunikasi yang mendalam dan seringkali terungkap hal-hal yang sangat pribadi dan sensitif. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan bahwa segala sesuatu yang terjadi dan terucap dalam momen-momen tersebut adalah amanah yang harus dijaga kerahasiaannya oleh masing-masing pasangan.