Hadis 30


ابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ عَنِ النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « إِذَا حَدَّثَ الرَّجُلُ الْحَدِيثَ ثُمَّ الْتَفَتَ فَهِىَ أَمَانَةٌ ». قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ وَإِنَّمَا نَعْرِفُهُ مِنْ حَدِيثِ ابْنِ أَبِى ذِئْبٍ.

Artinya:        Hadis dari Jabir bin Abdullah, dari Nabi Muhammad ﷺ, beliau bersabda: “Apabila seseorang menyampaikan suatu pembicaraan kemudian ia menoleh (memastikan tidak ada orang lain), maka pembicaraan itu adalah amanah.” ) HR. At – Tirmizdi no: 2086)

Hadis ini menekankan pentingnya etika dalam berkomunikasi, khususnya terkait dengan kerahasiaan. Tindakan sederhana seperti menoleh setelah berbicara dapat menjadi sinyal kuat bahwa informasi yang disampaikan adalah amanah yang wajib dijaga oleh pendengarnya. Seorang Muslim yang baik akan selalu berusaha untuk menunaikan amanah dengan sebaik-baiknya, termasuk dalam menjaga rahasia yang dipercayakan kepadanya.