عَنْ عَطَاءِ بْنِ مِينَاءَ، مَوْلَى ابْنِ أَبِي ذُبَابٍ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ، يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «انْتَدَبَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِمَنْ يَخْرُجُ فِي سَبِيلِهِ لَا يُخْرِجُهُ إِلَّا الْإِيمَانُ بِي، وَالْجِهَادُ فِي سَبِيلِي، أَنَّهُ ضَامِنٌ حَتَّى أُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ بِأَيِّهِمَا كَانَ، إِمَّا بِقَتْلٍ، أَوْ وَفَاةٍ، أَوْ أَرُدَّهُ إِلَى مَسْكَنِهِ الَّذِي خَرَجَ مِنْهُ، نَالَ مَا نَالَ مِنْ أَجْرٍ أَوْ غَنِيمَةٍ»
Hadis dari Atha’ bin Mina’, mantan budak Ibnu Abi Dzubab, ia mendengar Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata: Aku mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Allah ‘Azza wa Jalla menjamin bagi siapa saja yang keluar di jalan-Nya, tidak ada yang mengeluarkannya kecuali iman kepada-Ku dan jihad di jalan-Ku, bahwa Dia menjamin untuk memasukkannya ke dalam surga dengan salah satu dari dua (keadaan): baik dengan terbunuh (syahid) atau dengan meninggal (biasa), atau mengembalikannya ke tempat tinggalnya dari mana ia keluar, dengan memperoleh pahala atau ghanimah (harta rampasan perang) yang ia dapatkan.”
(HR. Nasa’i)