Manusia Yang Paling Utama


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، أَنَّ رَجُلًا أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، أَيُّ النَّاسِ أَفْضَلُ؟ قَالَ: «مَنْ جَاهَدَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ»، قَالَ: ثُمَّ مَنْ يَا رَسُولَ اللَّهِ؟ قَالَ: «ثُمَّ مُؤْمِنٌ فِي شِعْبٍ مِنَ الشِّعَابِ يَتَّقِي اللَّهَ، وَيَدَعُ النَّاسَ مِنْ شَرِّهِ»

Hadis dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, bahwa seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam lalu berkata: “Wahai Rasulullah, siapakah manusia yang paling utama?” Beliau menjawab: “Orang yang berjihad dengan jiwa dan hartanya di jalan Allah.” Laki-laki itu bertanya lagi: “Kemudian siapa wahai Rasulullah?” Beliau menjawab: “Kemudian seorang mukmin yang berada di salah satu lereng gunung, ia bertakwa kepada Allah dan menjauhi manusia dari kejahatannya.”

(H.R Nasa’i)