Berbakti Kepada Kedua Orang Tua Lebih Utama Daripada Berjihad


عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ: أَتَى رَجُلٌ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، إِنِّي جِئْتُ أُرِيدُ الْجِهَادَ مَعَكَ، أَبْتَغِي وَجْهَ اللَّهِ وَالدَّارَ الْآخِرَةَ، وَلَقَدْ أَتَيْتُ وَإِنَّ وَالِدَيَّ لَيَبْكِيَانِ، قَالَ: «فَارْجِعْ إِلَيْهِمَا، فَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا»

(ابن ماجه)

Hadis dari Abdullah bin Amr, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah ﷺ dan berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku datang ingin berjihad bersamamu, mengharapkan wajah Allah dan negeri akhirat. Sungguh aku datang dalam keadaan kedua orang tuaku menangis.” Beliau bersabda, “Kembalilah kepada keduanya, dan buatlah keduanya tertawa sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis.”

(HR. Ibnu Majah)