Keistimewaan yang allah berikan kepada orang yang berjihad


عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ مَضْمُونٌ عَلَى اللَّهِ، إِمَّا أَنْ يَكْفِتَهُ إِلَى مَغْفِرَتِهِ وَرَحْمَتِهِ، وَإِمَّا أَنْ يَرْجِعَهُ بِأَجْرٍ وَغَنِيمَةٍ، وَمَثَلُ الْمُجَاهِدِ فِي سَبِيلِ اللَّهِ، كَمَثَلِ الصَّائِمِ الْقَائِمِ، الَّذِي لَا يَفْتُرُ حَتَّى يَرْجِعَ»(ابن ماجه)

Hadis dari Abu Sa’id al-Khudri radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda: “Seorang mujahid di jalan Allah dijamin oleh Allah. Jika Allah mewafatkannya, maka ia akan dimasukkan ke dalam ampunan dan rahmat-Nya. Dan jika Allah mengembalikannya (selamat), maka ia akan kembali dengan pahala dan ghanimah (harta rampasan perang). Perumpamaan seorang mujahid di jalan Allah adalah seperti orang yang ber puasa dan shalat malam tanpa henti hingga ia kembali.”

(HR. Ibnu Majah)