أَخْبَرَنِي أَبُو حَصِينٍ، أَنَّ ذَكْوَانَ، حَدَّثَهُ أَنَّ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ حَدَّثَهُ، قَالَ: جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالَ: دُلَّنِي عَلَى عَمَلٍ يَعْدِلُ الجِهَادَ؟ قَالَ: «لاَ أَجِدُهُ» قَالَ: «هَلْ تَسْتَطِيعُ إِذَا خَرَجَ المُجَاهِدُ أَنْ تَدْخُلَ مَسْجِدَكَ فَتَقُومَ وَلاَ تَفْتُرَ، وَتَصُومَ وَلاَ تُفْطِرَ؟»، قَالَ: وَمَنْ يَسْتَطِيعُ ذَلِكَ؟، قَالَ أَبُو هُرَيْرَةَ: «إِنَّ فَرَسَ المُجَاهِدِ لَيَسْتَنُّ فِي طِوَلِهِ، فَيُكْتَبُ لَهُ حَسَنَاتٍ»
Telah mengabarkan kepadaku Abu Hushain, bahwa Dzakwan menceritakan kepadanya bahwa Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu menceritakan kepadanya, ia berkata: Seorang laki-laki datang kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu berkata: “Tunjukkan kepadaku amalan yang sebanding dengan jihad?” Beliau bersabda: “Aku tidak mendapatinya.” Beliau bersabda: “Apakah engkau mampu, jika seorang mujahid keluar (berjihad), engkau masuk masjidmu lalu berdiri (shalat) tanpa merasa lelah, dan berpuasa tanpa berbuka?” Laki-laki itu berkata: “Siapa yang mampu melakukan hal itu?” Abu Hurairah berkata: “Sesungguhnya kudanya seorang mujahid benar-benar menginjak-injak tali kekangnya, maka ditulis baginya kebaikan-kebaikan.”
(HR. Bukhari)