عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: وَكَّلَنِي رَسُولُ اللَّهِ ﷺ بِحِفْظِ زَكَاةِ رَمَضَانَ، فَأَتَانِي آتٍ، فَجَعَلَ يَحْثُو مِنَ الطَّعَامِ، فَأَخَذْتُهُ، فَقُلْتُ: لَأَرْفَعَنَّكَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ ﷺ.فَذَكَرَ الْـحَدِيثَ.فَقَالَ إِذَا أَوَيْتَ إِلَى فِرَاشِكَ فَاقْرَأْ آيَةَ الْكُرْسِيِّ، لَنْ يَزَالَ عَلَيْكَ مِنَ اللَّهِ حَافِظٌ، وَلَا يَقْرَبُكَ شَيْطَانٌ حَتَّى تُصْبِحَ.
فَقَالَ النَّبِيُّ ﷺ صَدَقَكَ وَهُوَ كَذُوبٌ، ذَاكَ شَيْطَانٌ. (رواه البخاري: ٣١٠١)
Terjemahan Hadis :
Hadis dari Abu Hurairah RA berkata Rasulullah SAW menugaskan aku menjaga harta zakat Ramadlan kemudian ada orang yang datang mencuri makanan namun aku merebutnya kembali, lalu aku katakana Aku pasti akan mengadukan kamu kepada Rasulullah SAW. Lalu Abu Hurairah menceritakan suatu hadits berkenaan masalah ini. Selanjutnya orang yang datang kepadanya tadi berkata Jika kamu hendak berbaring di atas tempat tidurmu, bacalah ayat Al Kursiy karena dengannya kamu selalu dijaga oleh Allah Ta’ala dan setan tidak akan dapat mendekatimu sampai pagi. Maka Nabi SAW bersabda Benar apa yang dikatakannya padahal dia itu pendusta. Dia itu setan. (HR. al-Bukhari: 3101)
Penjelasan Hadis :
Hadis ini mengisahkan peristiwa yang dialami oleh Abu Hurairah RA ketika ditugaskan oleh Rasulullah SAW untuk menjaga zakat fitri pada bulan Ramadan. Suatu malam, datang seorang pencuri yang mengambil makanan dari zakat tersebut. Abu Hurairah menangkapnya dan mengancam akan membawanya kepada Nabi SAW. Namun pencuri itu memohon agar dilepaskan dan memberikan nasihat yang sangat berharga: jika hendak tidur, bacalah Ayat Kursi (QS al-Baqarah: 255), karena bacaan tersebut akan mendatangkan penjagaan dari Allah dan menjauhkan setan hingga pagi hari. Ketika Abu Hurairah menceritakan hal itu kepada Nabi SAW, beliau membenarkan isi nasihat tersebut namun mengungkapkan bahwa sosok yang memberinya nasihat itu adalah setan, yang kali ini berkata benar meskipun ia biasanya pendusta. Hadis ini menunjukkan keutamaan besar dari membaca Ayat Kursi sebelum tidur sebagai perlindungan dari gangguan setan. Di sisi lain, hadis ini juga menunjukkan bahwa kebenaran bisa keluar dari lisan siapa pun, bahkan dari setan, tetapi harus tetap diuji dan dikonfirmasi melalui Nabi SAW atau wahyu. Ini menjadi pelajaran bagi umat Islam agar membiasakan membaca Ayat Kursi sebelum tidur dan juga bersikap bijak dalam menyikapi informasi yang datang, siapa pun sumbernya.