Hadis 5


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ أَوْصَانِي خَلِيلِي صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِثَلَاثٍ صِيَامِ ثَلَاثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَكْعَتَيْ الضُّحَى وَأَنْ أُوتِرَ قَبْلَ أَنْ أَنَامَ (رواه البخاري:١٨٨۰)

Terjemahan Hadis :

Hadis dari Abu Hurairah radliyallahu ‘anhu berkata Rasulullah SAW memberi wasiat kepadaku agar aku berpuasa tiga hari dalam setiap bulan, mendirikan shalat Dhuha dua raka’at dan shalat witir sebelum aku tidur. (HR. al-Bukhari: 1880)

Penjelasan Hadis :

Hadis yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA. dan tercantum dalam Shahih al-Bukhari no. 1880 ini berisi tiga wasiat penting dari Nabi Muhammad SAW. Abu Hurairah berkata bahwa kekasihnya (yakni Nabi SAW) mewasiatkan kepadanya tiga hal: pertama, berpuasa tiga hari setiap bulan; kedua, salat Duha dua rakaat; dan ketiga, salat Witir sebelum tidur. Ketiga amalan ini merupakan ibadah sunnah yang ringan untuk dilakukan namun memiliki keutamaan yang besar. Puasa tiga hari dalam sebulan, yang sering dilaksanakan pada tanggal 13, 14, dan 15 bulan Hijriah (dikenal sebagai Ayyamul Bidh), memiliki nilai seakan-akan berpuasa sepanjang tahun karena setiap amal kebaikan diganjar sepuluh kali lipat. Salat Duha adalah ibadah yang dikerjakan di waktu pagi dan merupakan bentuk syukur atas nikmat Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadis lain bahwa dua rakaat salat Duha mencukupi kewajiban sedekah atas seluruh persendian tubuh manusia setiap hari. Adapun salat Witir, Nabi SAW mewasiatkan agar Abu Hurairah melakukannya sebelum tidur karena beliau tahu sahabatnya ini biasa tidur lebih awal dan mungkin tidak bangun malam. Ini menunjukkan betapa perhatian Nabi terhadap kondisi pribadi sahabatnya dan bagaimana beliau menyesuaikan nasihatnya agar bisa diamalkan secara istiqamah. Hadis ini mengandung pelajaran bahwa amal sunnah yang ringan namun dilakukan secara konsisten lebih dicintai Allah daripada amal besar yang tidak berkelanjutan.