عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ رضي الله عنه،أَنَّ فَاطِمَةَ عليها السلام أَتَتِ النَّبِيَّ ﷺ تَسْأَلُهُ خَادِمًا،
فَقَالَ:«أَلَا أُخْبِرُكِ مَا هُوَ خَيْرٌ لَكِ مِنْهُ؟ تُسَبِّحِينَ اللَّهَ عِندَ مَنَامِكِ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتَحْمَدِينَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ، وَتُكَبِّرِينَ اللَّهَ أَرْبَعًا وَثَلَاثِينَ».ثُمَّ قَالَ سُفْيَانُ: إِحْدَاهُنَّ أَرْبَعٌ وَثَلَاثُونَ.فَقِيلَ: وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ؟قَالَ: وَلَا لَيْلَةَ صِفِّينَ.
(رواه البخاري: ٥٠٤٧)
Terjemahan Hadis:
Dari Ali bin Abi Thalib RA:
Bahwa Fathimah RA datang kepada Nabi SAW untuk meminta seorang pembantu (khadam).
Beliau SAW bersabda:“Maukah kamu aku beri tahu sesuatu yang lebih baik daripada itu? Bacalah tasbih (سُبْحَانَ اللَّهِ) tiga puluh tiga kali, tahmid (الْحَمْدُ لِلَّهِ) tiga puluh tiga kali, dan takbir (اللَّهُ أَكْبَرُ) tiga puluh empat kali ketika hendak tidur.”Kemudian Sufyan (perawi hadis) berkata:“Salah satunya ada yang tiga puluh empat kali.”
Lalu ditanyakan kepada Ali:“Apakah engkau tidak pernah meninggalkannya, bahkan pada malam Perang Shiffin?”Ia menjawab:“Tidak, bahkan pada malam Perang Shiffin pun aku tidak meninggalkannya.” . (HR. al-Bukhari: 5047)
Penjelasan Hadis:
Hadis ini menunjukkan perhatian Nabi Muhammad SAW terhadap kebutuhan putrinya, Fathimah, namun juga menunjukkan pendidikan spiritual yang lebih utama dari sekadar pemenuhan kebutuhan duniawi. Ketika Fathimah meminta pembantu karena kelelahan mengurus rumah tangga, Nabi SAW justru menawarkan amalan dzikir sebelum tidur yang lebih baik daripada pembantu: membaca tasbih 33 kali, tahmid 33 kali, dan takbir 34 kali. Ini bukan sekadar ritual, tetapi energi ruhani dan kekuatan batin yang memberikan ketenangan, kekuatan, dan keberkahan dalam aktivitas sehari-hari. Ali bin Abi Thalib sendiri mengamalkan dzikir ini secara konsisten, bahkan tidak meninggalkannya pada malam yang sulit seperti Perang Shiffin, menunjukkan betapa besar pengaruh dzikir ini dalam kehidupan beliau.
Hadis ini menjadi dalil keutamaan dzikir sebelum tidur, yang bisa menjadi pengganti kekuatan fisik, serta bukti bahwa kekuatan spiritual lebih utama dan lebih abadi daripada pertolongan materi. Dzikir ini juga dikenal sebagai “tasbih Fathimah” dan dianjurkan diamalkan setiap malam sebelum tidur sebagai bagian dari sunnah Nabi SAW.