عَنْ حُذَيْفَةَ قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ ﷺ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ قَالَ بِاسْمِكَ اللَّهُمَّ أَمُوتُ وَأَحْيَا وَإِذَا اسْتَيْقَظَ مِنْ مَنَامِهِ قَالَ الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ
(رواه البخاري: ٥٩٦٥)
Terjemahan Hadis :
hadis dari Ḥuḏaifah RA, ia berkata Nabi SAW apabila hendak tidur, beliau mengucapkan Dengan nama-Mu ya Allah, aku mati dan aku hidup. Dan apabila bangun dari tidurnya, beliau mengucapkan Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami setelah mematikan kami, dan kepada-Nya lah tempat kembali.
(HR. al-Bukhari: 5965)
Penjelasan Hadis :
Hadis ini menggambarkan dzikir Nabi Muhammad SAW ketika hendak tidur dan ketika bangun tidur, yang mencerminkan keimanan dan ketergantungan total kepada Allah. Menunjukkan bahwa tidur dianggap sebagai bentuk kematian kecil, di mana ruh manusia diambil sementara oleh Allah. Dengan menyebut nama Allah sebelum tidur, seorang mukmin menyerahkan jiwanya kepada Sang Pencipta dengan penuh tawakal dan kesadaran akan kuasa-Nya. Sedangkan ucapan “الْـحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَحْيَانَا بَعْدَ مَا أَمَاتَنَا، وَإِلَيْهِ النُّشُورُ” merupakan ungkapan syukur atas nikmat kehidupan kembali setelah tidur, serta pengingat bahwa kehidupan akhirat dan kebangkitan kelak adalah hal yang pasti. Hadis ini mengajarkan pentingnya memulai dan mengakhiri hari dengan mengingat Allah, serta menanamkan keyakinan bahwa hidup dan mati sepenuhnya berada dalam genggaman-Nya. Ini adalah bagian dari sunnah Nabi yang sebaiknya diamalkan setiap hari sebagai bentuk penguatan spiritual dan kesadaran akan akhirat.