Hadis 30


عنِ ابْنِ عَبَّاسٍ، قَالَ بِتُّ فِي بَيْتِ خَالَتِي مَيْمُونَةَ بِنْتِ الْحَارِثِ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِندَهَا فِي لَيْلَتِهَا، فَصَلَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْعِشَاءَ، ثُمَّ جَاءَ إِلَى مَنْزِلِهِ، فَصَلَّى أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ نَامَ، ثُمَّ قَامَ، ثُمَّ قَالَ: (نَامَ الغُلَيْمُ) – أَوْ كَلِمَةً تُشْبِهُهَا -، ثُمَّ قَامَ، فَقُمْتُ عَنْ يَسَارِهِ، فَجَعَلَنِي عَنْ يَمِينِهِ، فَصَلَّى خَمْسَ رَكَعَاتٍ، ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ نَامَ حَتَّى سَمِعْتُ غَطِيطَهُ أَوْ خَطِيطَهُ، ثُمَّ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ. (رواه البخاري:  ٦٦٥)

Terjemahan Hadis :

Hadis dari Ibnu ‘Abbas RA berkata Aku bermalam di rumah bibiku (Maimunah binti Al Harits), isteri Nabi SAW . Dan saat itu Nabi SAW bersamanya karena memang menjadi gilirannya. Nabi SAW melaksanakan shalat ‘Isya, lalu beliau pulang ke rumahnya dan shalat empat rakaat, kemudian tidur dan bangun lagi untuk shalat. Ibnu Abbas RA berkata  Beliau lalu tidur seperti anak kecil (sebentar-sebentar bangun) -atau kalimat yang semisal itu-, kemudian beliau bangun shalat. Kemudian aku bangun dan berdiri si sisi kirinya, beliau lalu menempatkan aku di kanannya. Setelah itu beliau shalat lima rakaat, kemudian shalat dua rakaat, kemudian tidur hingga aku mendengar dengkurannya, kemudian beliau keluar untuk melaksanakan shalat subuh. (HR. al-Bukhari: 665)

 

Penjelasan Hadis :

Hadis ini merupakan riwayat dari Abdullah bin Abbas رضي الله عنهما yang menceritakan pengalamannya bermalam di rumah bibinya, Maimunah, istri Nabi SAW. Ia menyaksikan secara langsung kebiasaan Nabi SAW di malam hari, termasuk salat malam (qiyām al-layl) yang beliau lakukan setelah tidur sejenak. Nabi SAW salat beberapa rakaat, tidur, lalu bangun lagi dan memperhatikan bahwa Ibnu Abbas mengikutinya dalam salat. Ketika Ibnu Abbas berdiri di sebelah kiri, Nabi SAW memindahkannya ke sebelah kanan sebagai bentuk pengajaran adab salat berjamaah. Hadis ini juga menunjukkan bahwa Nabi SAW tidur setelah salat malam, bahkan terdengar suara tidurnya, lalu beliau keluar untuk salat Subuh. Riwayat ini menunjukkan perhatian Nabi dalam mendidik keluarga dan sahabat dekatnya secara langsung melalui teladan.