Hadis 23


عن أبي سَلَمَةَ، أنَّ أبا قَتَادَةَ الأنصاريَّ، وكان من أصحابِ النبيِّ صلى الله عليه وسلم وفُرْسانِهِ، قال: سَمِعْتُ رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يقولُ “الرُّؤْيَا مِنَ اللَّهِ، وَالْحُلْمُ مِنَ الشَّيْطَانِ، فَإِذَا حَلَمَ أَحَدُكُمُ الْحُلْمَ يَكْرَهُهُ، فَلْيَبْصُقْ عَنْ يَسَارِهِ، وَلْيَسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنْهُ، فَلَنْ يَضُرَّهُ.(رواه البخاري:  ٦٦٠٣)

Terjemahan Hadis: 

Hadis dari Abu Salamah RA, bahwasanya Qatadah Al Anshari dan dia termasuk dari kalangan sahabat Nabi SAW dan pejuang penunggang kudanya, mengatakan: aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Mimpi yang baik adalah berasal dari Allah, sedang mimpi yang buruk berasal dari setan, maka jika salah seorang diantara kalian bermimpi yang tidak disukainya, hendaklah meludah ke sebelah kirinya dan meminta perlindungan kepada Allah, niscaya yang sedemikian itu tidak membahayaknnya (HR. al-Bukhari: 6603)

 

Penjelasan Hadis :

Hadis ini menjelaskan perbedaan antara ru’yā (mimpi baik) yang berasal dari Allah, dan ḥulm (mimpi buruk) yang berasal dari setan. Rasulullah SAW memberikan petunjuk praktis bagi umatnya ketika mengalami mimpi buruk: hendaknya meludah ringan ke arah kiri sebanyak tiga kali dan memohon perlindungan kepada Allah dari keburukannya. Nabi SAW menegaskan bahwa dengan melakukan hal itu, mimpi tersebut tidak akan membahayakan. Hadis ini menunjukkan kasih sayang Nabi dalam membimbing umat untuk menghadapi gangguan batin dengan cara yang penuh iman dan bergantung kepada perlindungan Allah.