Hadis 22


عن زينب بنت جحش رضي الله عنهن أنها قالت اسْتَيْقَظَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ النَّوْمِ مُحْمَرًّا وَجْهُهُ، يَقُولُ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَيْلٌ لِلْعَرَبِ مِنْ شَرٍّ قَدِ اقْتَرَبَ، فُتِحَ الْيَوْمَ مِنْ رَدْمِ يَأْجُوجَ وَمَأْجُوجَ مِثْلُ هَذِهِ قِيلَ أَنَهْلِكُ وَفِينَا الصَّالِحُونَ قَالَنَعَمْ، إِذَا كَثُرَ الْخَبَثُ. (رواه البخاري:  ٦٦٥٠)

Terjemahan Hadis :

Hadis dari Zainab binti Jahsy RA, ia mengatakan: Nabi SAW bangun tidur dalam keadaan wajahnya memerah seraya mengucapkan laa-ilaaha-illallah, celaka bangsa arab karena keburukan yang telah dekat, hari ini telah dibuka benteng Ya’juj dan Ma’juj seperti ini” Sedang Sufyan menyatakan secara pasti jumlahnya yaitu sembilan puluh atau seratus-maka beliau di tanya: ‘Apakah kita juga akan binasa sedang diantara kita masih ada orang-orang yang shalih? ‘ Nabi menjawab Iya, jika kejahatan telah mewabah. (HR.al-Bukhari: 6650)

 

 

Penjelasan Hadis :

Hadis ini menggambarkan kekhawatiran dan kesedihan Rasulullah SAW atas datangnya fitnah besar yang mendekat, sebagaimana tampak dari wajah beliau yang memerah saat bangun dari tidur. Beliau menyebutkan bahwa dinding penghalang Ya’juj dan Ma’juj telah terbuka sedikit, yang menandakan kedekatan hari kiamat dan datangnya kerusakan besar. Ketika para sahabat bertanya apakah kebinasaan akan menimpa mereka meskipun ada orang-orang saleh di antara mereka, Nabi SAW menjawab, “Ya, jika kejahatan (الخبث) telah merajalela. Hadis ini menunjukkan bahwa kehadiran orang-orang saleh tidak serta-merta menghindarkan azab jika kemaksiatan telah menyebar luas. Oleh karena itu, hadis ini menjadi peringatan penting bagi umat Islam agar tidak bersikap pasif terhadap kemungkaran dan tetap menjaga amar ma’ruf nahi munkar demi keselamatan kolektif umat.