عَنْ أَبِى سَعِيدٍ رضى الله عنه عَنِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ مَنْ قَالَ حِينَ يَأْوِى إِلَى فِرَاشِهِ أَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ الَّذِى لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ الْحَىَّ الْقَيُّومَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ. ثَلاَثَ مَرَّاتٍ غَفَرَ اللَّهُ ذُنُوبَهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ وَرَقِ الشَّجَرِ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ رَمْلِ عَالِجٍ وَإِنْ كَانَتْ عَدَدَ أَيَّامِ الدُّنْيَا (رواه الترمذى: ٣٧٢٥)
قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ لاَ نَعْرِفُهُ إِلاَّ مِنْ هَذَا الْوَجْهِ مِنْ حَدِيثِ الْوَصَّافِىِّ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْوَلِيدِ
Terjemahan Hadis:
Hadis dari Abu Sa’id RAdari Nabi SAW beliau bersabda Barang siapa ketika menuju tempat tidurnya mengucapkanastaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qayyuum wa atuubu ilaih (Aku memohon ampunan kepada Allah yang Maha Agung, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, yang selalu hidup dan senantiasa mengurus makhukNya. Aku bertaubat kepadaNya) sebanyak tiga kali maka Allah mengampuni dosa-dosanya walaupun seperti buih lautan, walaupun sebanyak daun pohon, walaupun sebanyak kerikil, walaupun sebanyak hari-hari di dunia. (HR. Tirmidzi: 3725)
Abu Isa berkata: hadits ini adalah hadits hasan gharib, kami tidak mengetahuinya kecuali dari sisi ini dari hadits Al Washshafi ‘Ubaidullab bin Al Walid.
Penjelasan Hadis:
Hadis ini menjelaskan keutamaan istighfar yang dibaca sebelum tidur. Rasulullah SAW bersabda bahwa barang siapa yang ketika hendak berbaring di tempat tidurnya mengucapkan istighfar: “Astaghfirullāhal-‘aẓīm alladzī lā ilāha illā huwa al-ḥayyul-qayyūm wa atūbu ilaih” sebanyak tiga kali, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya, meskipun dosa-dosanya itu sebanyak buih di lautan, sebanyak daun-daun pepohonan, sebanyak butiran pasir di kawasan ‘Ālij, atau sebanyak hari-hari dunia. Ini menggambarkan betapa luasnya ampunan Allah dan betapa besar nilai istighfar yang diucapkan dengan ikhlas dan kesungguhan hati, khususnya saat hendak tidur saat di mana manusia kembali kepada dirinya dan lebih sadar akan kelemahan serta dosa-dosanya. Hadis ini juga menjadi motivasi bagi setiap Muslim untuk tidak pernah putus asa dari rahmat Allah, serta membiasakan diri menutup hari-harinya dengan taubat dan permohonan ampun, karena itu adalah tanda ketundukan dan pengakuan hamba atas kekurangannya. Membaca istighfar ini sebelum tidur juga menanamkan kesadaran spiritual bahwa tidur adalah bentuk “kematian sementara,” dan taubat menjadi langkah penting sebelum memasuki alam tidur yang bisa saja menjadi tidur terakhir