Hadis 29


أَخْبَرَنِي عُبَّادُ بْنُ تَمِيمٍ، عَنْ عَمِّهِ، قَالَ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْمَسْجِدِ مُسْتَلْقِيًا، وَاضِعًا إِحْدَى رِجْلَيْهِ عَلَى الْأُخْرَى (رواه البخاري: ٥٩٢٩ )

Terjemahan Hadis :

Hadis dari ‘Abbad bin Tamim dari Pamannya dia berkata Saya pernah melihat Rasulullah SAW tidur terlentang di masjid sambil menumpukan salah satu kakinya di atas kakinya yang lain (HR. al-Bukhari: 5029)

Penjelasan Hadis :
Hadis ini menggambarkan salah satu kebiasaan Rasulullah SAW dalam bersikap santai di masjid, yaitu beliau berbaring sambil menyilangkan salah satu kaki di atas kaki yang lain. Hal ini menunjukkan bahwa masjid bukan hanya tempat ibadah ritual semata, tetapi juga tempat yang nyaman untuk beristirahat, belajar, dan bersosialisasi. Posisi berbaring dengan meletakkan satu kaki di atas kaki lainnya menunjukkan bahwa sikap tersebut dibolehkan dalam Islam, selama tidak menyingkap aurat atau menimbulkan hal yang tidak sopan. Hadis ini juga menjadi dalil bolehnya beristirahat atau bersandar di masjid, dan memperlihatkan sisi kemanusiaan dan kesederhanaan Nabi SAW dalam menjalani hidup. Meskipun beliau seorang nabi, namun beliau tetap hidup sederhana dan merakyat, serta tidak memberatkan diri dalam hal-hal yang mubah (boleh). Dengan demikian, hadis ini juga menjadi teladan tentang kesederhanaan dan kelonggaran dalam kehidupan sehari-hari, selama tetap dalam batas etika dan kesopanan.