Hadis 25


عن عَائِشَةَ، قالت كانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَنَامَ وَهُوَ جُنُبٌ، غَسَلَ فَرْجَهُ، وَتَوَضَّأَ لِلصَّلَاةِ.(رواه البخاري:  ٢٨٤)

Terjemahan Hadis:

Hadis dari ‘Aisyah  RA berkata Jika Nabi SAW hendak tidur saat beliau dalam kondisi junub, maka beliau membasuh kemaluannya dan berwudlu sebagaimana wudlu untuk shalat. (HR. al-Bukhari:284)

 

Penjelasan Hadis:

Hadis ini menjelaskan kebiasaan Nabi tubuh dalam keadaan suci sebisa mungkin. Hadis ini juga menjadi dasar hukum kebolehan tidur dalam keadaan junub setelah berwudu.Muhammad SAW ketika hendak tidur dalam keadaan junub. Beliau tidak langsung tidur begitu saja, melainkan melakukan kebersihan sebagian, yaitu dengan membasuh kemaluannya dan berwudu seperti wudu untuk salat. Ini menunjukkan ajaran Islam yang menekankan kebersihan dan adab, bahkan dalam keadaan junub sekalipun. Meskipun mandi besar (mandi janabah) belum dilakukan, bersuci sebagian sebelum tidur mencerminkan penghormatan terhadap waktu istirahat dan menjaga kondisi