Hadis 8


عَنْ أَبِي مَسْعُودٍ الْبَدْرِيِّ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ  الآيَتَانِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، مَنْ قَرَأَهُمَا فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ قَالَ عَبْدُ الرَّحْمَنِ: فَلَقِيتُ أَبَا مَسْعُودٍ وَهُوَ يَطُوفُ بِالْبَيْتِ، فَسَأَلْتُهُ، فَحَدَّثَنِيهِ. (رواه البخاري: ٣٧٨٦)

Terjemahan Hadis :

Dari Abu Mas‘ud al-Badrii RA, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda Dua ayat terakhir dari Surat al-Baqarah, siapa yang membacanya pada malam hari, maka keduanya mencukupinya. Abdurrahman berkata: Lalu aku bertemu Abu Mas‘ud ketika ia sedang thawaf di Ka’bah, aku menanyainya, dan ia pun menceritakan hadis itu kepadaku. (HR. al-Bukhari: 3786)

Penjelasan Hadis :

Hadis ini menjelaskan keutamaan besar dari dua ayat terakhir Surat al-Baqarah, yaitu ayat 285 dan 286. Rasulullah SAW menyatakan bahwa siapa saja yang membacanya pada malam hari, “كَفَتَاهُ”, artinya: keduanya akan mencukupinya. Para ulama menafsirkan makna “mencukupi” di sini dengan beberapa pengertian: mencukupi dari shalat malam, mencukupi dari gangguan syaitan, atau mencukupi dari segala keburukan dan musibah di malam hari. Dua ayat ini memuat pengakuan iman para mukmin, kepasrahan kepada Allah, dan doa-doa penting yang mengandung permohonan ampun, rahmat, dan pertolongan Allah. Dalam riwayat ini juga terlihat semangat para tabi’in seperti Abdurrahman bin Yazid yang memastikan keabsahan hadis langsung dari sahabat Nabi SAW, yaitu Abu Mas‘ud, ketika beliau sedang thawaf, menunjukkan betapa pentingnya menjaga keotentikan ilmu hadis. Hadis ini menjadi motivasi besar bagi umat Islam untuk membiasakan membaca dua ayat terakhir Surat al-Baqarah sebelum tidur, sebagai bentuk perlindungan dan penguatan iman dalam kehidupan malam mereka.