عَنْ عِرْبَاضِ بْنِ سَارِيَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَقْرَأُ الْمُسَبِّحَاتِ قَبْلَ أَنْ يَرْقُدَ وَقَالَ « إِنَّ فِيهِنَّ آيَةً أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ آيَةٍ( رواه أبى داود: ٥٠٥٩)
Terjemahan Hadis :
Hadis dari Irbadh bin Sariyah RA berkata Rasulullah SAW biasa membaca Al Musabbihat (semua surat yang dimulai dengan lafadz sabbaha) sebelum tidur. Beliau bersabda Sesungguhnya pada surat-surat itu ada ayat yang lebih utama dari seribu ayat. (HR. Abu Daud: 5059)
Penjelasan Hadis :
Hadis dari al-‘Irbāḍ bin Sāriyah RA menyebutkan bahwa Rasulullah SAW memiliki kebiasaan membaca al-Musabbiḥāt sebelum tidur. Al-Musabbiḥāt adalah kumpulan surat dalam Al-Qur’an yang diawali dengan tasbih, yaitu lafaz يُسَبِّحُ atau سَبَّحَ seperti surat al-Ḥadīd, al-Ḥashr, aṣ-Ṣaff, al-Jumu‘ah, at-Taghābun, dan at-Talāq. Rasulullah SAW bersabda bahwa di dalam surat-surat tersebut terdapat satu ayat yang lebih utama dari seribu ayat lainnya. Hal ini menunjukkan keutamaan dan kedalaman makna yang terkandung dalam surat-surat tersebut, khususnya dalam hal penegasan tauhid, kekuasaan Allah, dan tazkiyah (penyucian jiwa). Kebiasaan membaca al-Musabbiḥat sebelum tidur merupakan bagian dari dzikir malam Nabi SAW yang penuh makna dan menjadi bentuk penguatan iman serta pengingat akan keagungan Allah sebelum memejamkan mata. Hadis ini mendorong umat Islam untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai penutup hari dan sebagai pelindung spiritual dalam waktu istirahat malam mereka.