Hadis 2


عَنْ أَبِي بَرْزَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ كَانَ يَكْرَهُ النَّوْمَ قَبْلَ الْعِشَاءِ، وَالْحَدِيثَ بَعْدَهَا (رواه البخاري: ٥٤٣) 

Terjemahan Hadis:

Hadis dari Abi Barzah RA, bahwa Rasulullah SAW tidak suka tidur sebelum shalat ‘Isya dan berbincang-bincang setelahnya. (HR. al-Bukhari: 543)

 

Penjelasan Hadis :

Hadis menjelaskan bahwa Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum salat Isya dan berbincang-bincang setelahnya. Dalam redaksi hadis ini, kata “يكره” menunjukkan bahwa hal tersebut termasuk perkara yang makruh, yaitu perbuatan yang dibenci tetapi tidak sampai pada derajat haram. Tidur sebelum Isya dikhawatirkan membuat seseorang tertidur lelap hingga melewatkan salat Isya, yang merupakan salat wajib dan memiliki keutamaan besar. Oleh karena itu, Nabi SAW tidak menyukai kebiasaan tidur sebelum Isya sebagai bentuk penjagaan terhadap kewajiban salat tersebut. Adapun larangan berbincang-bincang setelah Isya dimaksudkan untuk menjaga waktu malam agar digunakan untuk istirahat atau ibadah, bukan untuk pembicaraan yang sia-sia atau tak bermanfaat. Namun, jika percakapan setelah Isya mengandung nilai kebaikan seperti diskusi ilmu, musyawarah keluarga, atau hal-hal penting lainnya, maka itu tidak termasuk dalam larangan ini. Hadis ini menunjukkan perhatian Islam terhadap pengelolaan waktu, khususnya pada malam hari, dan menekankan pentingnya menjaga waktu salat serta menghindari hal-hal yang dapat menyebabkan kelalaian dalam beribadah.