Larangan Puasa Tanpa Niat Sejak Malam


عَنْ حَفْصَةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَنْ لَمْ يُبَيِّتْ الصِّيَامَ قَبْلَ الْفَجْرِ، فَلَا صِيَامَ لَهُ(رواه النَّسَائِي: ٢٣٣٤)

Artinya: hadis dari Hafshah dari Nabi SAW, ia berkata siapa yang tidak berniat puasa di malam hari sebelum fajar, maka tidak sah puasanya.” (HR Nasa’i:  2334)

Hadis ini mengajarkan bahwa niat untuk berpuasa harus dilakukan sebelum fajar. Jika seseorang tidak berniat untuk berpuasa pada malam hari, maka puasa hari tersebut dianggap tidak sah. Niat untuk puasa, baik puasa Ramadan maupun puasa sunnah, harus dilakukan pada malam hari sebelum datangnya waktu subuh. Niat tersebut cukup dalam hati dan tidak perlu diucapkan secara lisan. Hadis ini juga menegaskan bahwa puasa tanpa niat yang sah tidak akan diterima, dan bahwa umat Islam harus melaksanakan ibadah puasa dengan kesiapan yang matang dari malam hari. Keberhasilan puasa bergantung pada niat yang benar sebelum fajar datang