Larangan Berpuasa Sehari atau Dua Hari Sebelum Ramadan


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَتَقَدَّمَنَّ أَحَدُكُمْ رَمَضَانَ بِصَوْمِ يَوْمٍ أَوْ يَوْمَيْنِ إِلَّا أَنْ يَكُونَ رَجُلٌ كَانَ يَصُومُ صَوْمَهُ فَلْيَصُمْ ذَلِكَ الْيَوْم (رواه البخاري: ١٧٨١)

Artinya: hadis dari Abu Hurairah RA dari Nabi SAW ia bersabda: Janganlah seorang dari kalian mendahului bulan Ramadhan dengan berpuasa satu atau dua hari kecuali apabila seseorang sudah biasa melaksanakan puasa (sunnah) maka pada hari itu dia dipersilahkan untuk melaksanakannya. (HR al-Bukhari: 1781)

Hadis ini menjelaskan larangan dari Nabi Muhammad SAW bagi seseorang untuk mendahului bulan Ramadan dengan berpuasa satu atau dua hari sebelumnya. Larangan ini bertujuan agar tidak tercampur antara puasa wajib Ramadan dengan puasa sunnah, serta untuk menjaga kejelasan awal masuknya bulan Ramadan. Namun, jika seseorang memang memiliki kebiasaan puasa rutin, seperti puasa Senin-Kamis atau puasa Daud, dan kebetulan hari tersebut bertepatan dengan sehari atau dua hari sebelum Ramadan, maka ia diperbolehkan untuk tetap berpuasa sesuai kebiasaannya. Hadis ini menunjukkan pentingnya mengikuti ketentuan syariat dalam menentukan awal ibadah dan tidak menambah-nambahkan sesuatu yang tidak diperintahkan.