Larangan Berpuasa untuk Tujuan Pamer atau Popularitas


عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ مَن صَامَ رَمَضَانَ لِيُحْسَبَ لَهُ فِيهِ ثَوَابٌ وَحَسَنَاتٌ فَإِنَّهُ لَا يَصُومُ لِيُحْسَبَ لَهُ فِي سَعَادَتِهِ(رواه أحمد: ٢٠٩٤)

Artinya:   hadis dari Abu Hurairah RA, ia berkata: Barang siapa yang berpuasa dengan niat   untuk mendapatkan pahala yang dihitung bagi dirinya dan untuk meraih kebahagiaan, maka sesungguhnya ia tidak berpuasa hanya untuk tujuan mendapatkan pujian atau perhatian orang. (HR  Ahmad: 2094)

Hadis ini menekankan bahwa puasa Ramadan harus dilakukan dengan niat mengharap pahala dan kebaikan dari Allah semata, bukan untuk tujuan duniawi atau kebanggaan pribadi. Seorang mukmin yang berpuasa karena Allah akan mendapatkan balasan di sisi-Nya, sedangkan puasa yang diniatkan untuk selain Allah tidak akan menjadi sebab kebahagiaan hakiki di akhirat.