Ikhtiar dan Tawakkal dalam bisnis


سَمِعْتُ عُمَرَ يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ « لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللَّهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقُ الطَّيْرَ تَغْدُو خِمَاصًا وَتَرُوحُ بِطَانًا

[رواه ابن ماجه:٤٣٠٣]

Artinya: saya mendengar Umar berkata: “Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Sekiranya kalian bertawakkal kepada Allah dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberi rizki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rizki terhadap burung, ia pergi dalam keadaan lapar dan pulang dalam keadaan kenyang.” (HR.Ibnu majah:4303)

 

Hadis ini menjelaskan bahwa dalam mencari rezeki, seorang Muslim hendaknya memiliki sikap tawakkal yang sejati kepada Allah SWT. Rasulullah SAW menggambarkan bahwa jika seseorang benar-benar bertawakkal—yaitu berserah diri sepenuhnya kepada Allah setelah berikhtiar,maka Allah akan mencukupkan rezekinya, sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung yang keluar dalam keadaan lapar dan kembali dalam keadaan kenyang.

Hadis ini menegaskan bahwa tawakkal tidak berarti pasif atau meninggalkan usaha, melainkan tetap berusaha seperti burung yang terbang mencari makanan, namun hatinya penuh keyakinan bahwa Allah-lah yang menjamin rezeki. Dalam konteks bisnis dan perniagaan, hadis ini mengajarkan bahwa meskipun seorang pedagang harus bekerja keras dan cerdas, namun keberhasilannya tetap harus disandarkan kepada Allah SWT dengan hati yang yakin dan tidak bergantung sepenuhnya pada usaha semata.